Kisah Inspirasi Hasilkan Miliaran Berkat Game Online

Dulu, gim dipandang sebelah mata sebagai hobi yang kontra-produktif karena selalu menghabiskan uang. Namun pandangan semacam ini harus sudah dimentahkan, pasalnya kini gim daring atau game online, sudah jadi mata pencaharian banyak orang.

Kini, ada yang namanya eSports. Para pemain eSports, yang mungkin dulu dilihat sebagai orang yang hobinya berlama-lama di depan PC, kini ia diakui sebagai atlet.

Para atlet eSports profesional pun mempunyai tim yang diurus oleh manajer selayaknya tim olahraga lainnya.

Penghasilan para atlet eSports pun tidak hanya Rp 100-200 ribu, melainkan bisa sampai puluhan miliar rupiah.

Dilansir dari situs e-sports earning, Rabu , ternyata dari 50 atlet eSports terkaya, atlet yang menempati posisi 50 saja bisa meraih penghasilan sebanyak US$ 941 ribu .

Sementara, untuk atlet eSport di peringkat sepuluh besar, rata-rata penghasilan mereka sudah di atas US$ 1,9 juta .

Peringkat tiga besar diduduki oleh pemain Saahil Aror dari Amerika Serikat yang memiliki pendapatan US$ 2,9 juta , lalu di peringkat dua ada Amer Barqawi dari Yordania dengan penghasilan US$ 3,1 juta .

Untuk peringkat pertama, tercatat nama Kuro Takhasomi dari Jerman. Pria berusia 25 tahun itu memiliki penghasilan US$ 3,5 juta .

Para atlet eSports yang berpenghasilan fantastis tidak hanya terpusat di Eropa, melainkan dari berbagai belahan dunia, seperti Tiongkok, Kanada, Pakistan, Singapura, dan Korea Selatan.

Mayoritas atlet eSports tersebut mendapat penghasilan fantastis dari gim Dota 2. Gim Dota 2 menjadi populer di kalangan gamer sejak dirilis pada 9 Juli 2013.

Dota 2 memiliki genre Multiplayer Online Battle Arena . Genre tersebut semakin populer karena mengajak pemain untuk membentuk tim dan bertanding bersama-sama.

Selain Dota 2, gim League of Legends yang memiliki genre MOBA juga diminati di kalangan pemain eSports.

Olympic Council of Asia dan Alisports mengumumkan kompetisi eSports akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2022 di Tiongkok.

Dengan rencana ini, eSports selangkah lebih dekat untuk dipertandingkan di ajang olahraga besar lainnya seperti, Olimpiade.

Menanggapi hal tersebut, Epitcio “TACO” de Melo, salah satu pemain terbaik Counter Strike: Global Offensive menyambut dengan gembira.

“Ya, semoga hal ini bisa cepat diwujudkan. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, industri eSports saat ini sedang berkembang dengan pesat ketimbang olahraga lainnya,” ujar Taco kepada Tekno di Qudos Bank Arena, Sydney, Australia beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, “Tak jauh beda dengan olahraga lainnya, eSports memiliki beberapa persiapan serupa. Kita berlatih setiap hari dengan membahas strategi dan mempersiapkan kondisi tubuh.”

Meski demikian, tentangan dan halangan masih ada.

“Mereka itu orangtua dan masih memiliki pikiran yang kolot. Semua hanya masalah waktu saja, karena banyak pihak yang menyadari betapa besar potensi eSports ini berkembang dengan pesat,” pungkas Taco.

Melihat disambut dengan gembiranya cabang ini oleh banyak pecinta eSports, semoga banyak pihak yang masih menentang akan luluh dengan besasrnya potensi ini di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *