4 Tips ampuh bagi Anda yang suka gonta-ganti smartphone

Terkadang kita jadi orang yang selalu tergiur dengan adanya smartphone keluaran baru. Namun untuk selalu membeli gadget keluaran terbaru, tentu kocek yang dirogoh pun harus dalam dan frekuensinya cukup sering mengingat bahkan kurang dari setahun sekali banyak rilis smartphone baru muncul.

Namun jika tidak, pilihannya adalah menjual gadget lama demi yang baru. Dengan ini, jumlah uang yang harus dibayarkan ketika gadget baru muncul tentu tak akan sebanyak jika membeli benar-benar baru. Tentu konsekuensinya, Anda harus tetap menjaga gadget Anda selalu nampak baru.

Berikut beberapa tips untuk menjaga gadget Anda untuk dijual kembali, berikut ulasannya.

1. Lakukan antisipasi

Untuk dapat menjual smartphone lama Anda dengan harga yang masuk akal, Anda harus jadi orang yang melek teknologi. Biasanya dalam setengah atau satu tahun setelah waktu gadget yang akan Anda jual ini rilis, ada versi pembaruan atau versi terbaru dari gadget Anda. Jika Anda menjual smartphone Anda di momen ini, tentu pasar akan jenuh dan secara drastis akan menjatuhkan harga smartphone Anda.

Biasanya dalam satu tahun, gadget Anda sudah akan turun harga secara drastis, dan akan makin drastis lagi jika teknologi berputar dengan cepat. Jadi jika tahun ini diperkenalkan teknologi yang lebih baru seperti layar full-screen atau dual kamera, tentu gadget Anda yang masih berlayar konvensional atau single kamera akan terasa jadul meski baru beli beberapa bulan lalu.

Oleh karena itu, kuncinya adalah antisipasi untuk menjual sebelum gadget baru yang lebih baru dan canggih muncul.

2. Pakailah casing dan pelindung layar

Jika Anda tipe orang yang tak akan menjual lagi smartphone Anda, mungkin tanda-tanda gores maupun pecah di smartphone tak ada masalah. Namun hal ini akan berpengaruh jika Anda menjualnya. Sebuah goresan akan jadi nilai buruk dan akan menurunkan drastis harga smartphone Anda.

Karena meski membeli bekas seseorang ingin smartphone mereka seperti baru, pakailah casing dan pelindung layar mulai pertama membelinya. Tentu dengan catatan jangan biarkan smartphone Anda terlihat seperti terlalu banayk digunakan, karena goresan setipis bulu saja menyiratkan bahwa smartphone ini terlalu sering dipakai dan menghilangkan kesan ‘masih baru’ yang selalu dicari calon pembeli.

3. Makin mainstream, harga makin mahal

Di dunia smartphone, soal jual kembali barang ini tak sama dengan item-item koleksi kebanyakan, di mana barang yang lebih mainstream akan makin mahal. Pengguna smartphone tentu tak akan lebih suka menggunakan smartphone bermerek langka ketimbang menggunakan iPhone ataupun Samsung Galaxy.

Buktinya cukup mudah. Seperti ketika tiga buah smartphone dari Apple, Samsung dan Google Pixel dirilis di tahun yang sama dengan harga yang sama pula, tentu di tahun depannya, versi bekasnya akan punya harga yang cukup jauh.

Di regional tertentu, iPhone akan lebih mahal dari Samsung atau sebaliknya karena permintaannya tetap tinggi, sementara Google Pixel akan jadi yang harganya paling jatuh karena paling anti-mainstream. Jadi, jika ingin jual lagi, belilah smartphone yang mainstream.

4. Jangan sentuh aksesorisnya

Kelengkapan boks mulai dari charger, earphone, kabel data hingga pernak-pernik kecil lainnya tentu akan jadi nilai plus untuk mendongkrak penjualan smartphone bekas Anda.

Jadi jika Anda bermaksud untuk menjual smartphone yang Anda beli di masa depan, ada baiknya untuk tidak sama sekali menyentuh aksesorisnya. Keluarkan smartphonenya untuk dipakai, lindungi dengan casing dan pelindung layar, lalu simpan boks dan berbagai aksesoris dengan baik di lemari.

Pakailah charger dan earphone lawas yang telah Anda miliki, ketimbang melepas atau merusak plastik segel yang membungkus charger dan earphone original di boks, dan menjatuhkan harganya dengan drastis ketika dijual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *